Nenekku Sayang

21 Jan 2009

Bersama nenek
Tanpa adanya rasa kasih sayang yang didapat dari orang tuanya. Andi berusaha tabah dan mencari tahu apa itu kasih sayang. Ada seorang simbah (Simbah=Nenek), orang tua dari ibu Andi.

Kesanalah andi menimba kasih sayang yang tidak dia dapatkan. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, sepulang sekolah andi selalu menghampiri simbah.
Simbah memperlakukan Andi selayaknya anak sendiri walau sebenarnya andi memang cucunya sendiri.

Simbah: “di, kamu sudah makan belum?”

Simbah: “Simbah ambilin makanan”

Andi : “belum”

Simbah: “Yasudah kamu makan dulu”

Andi : “ya”

Simbah: “kamu masih sering dipukuli ayahmu”

Andi : “Kadang-kadang” (Andi agak berbohonng, sebenarnya setiap hari dia mendapatkan pukulan dan tamparan)

Simbah: “Kalau kamu dipukuli lagi bilanng sama simbah ya?”

Andi : “Iya”

Simbah: “Ya sudah nasinya lekas dihabiskan”

Ditempat simbah sesuati yanng tidak dia dapatkan dari orang tuanya bisa didapatkan di tempat simbah.

Kepergian Simbah

Suatu hari dibulan mei, andi berangkat ke sekolah seperti biasa. Dengan semangatnya Andi menuju sekolah, karena hari ini andi ada ulangan EBTA (Evaluasi akhir) . Dengan tekunnya Andi mengerjakan soal satu demi satu sampai waktu yang diberikan habis.

Sebelum diizinkan keluar tiba-tiba ibu guru memanggil Andi dan menyuruh berkemas duluan.

Guru: “Andi kamu kemas-kemas duluan”

Andi: “Iya bu guru”

Guru: “Andi kamu sudah ditunggu saudara diluar”

Andi: “Ada apa?”

Guru: “kamu dicari saudaramu, ada yang penting”

Andi: “Terima kasih bu”

Melangkahlah andi keluar ruangan mendahului teman-temannya. Sesampainya diluar didapatinya Mbak nining sudah menunggu.

Nining: “Andi kamu pulang ikutan mbak ya?”

Andi : “iya mbak, Ada apa?”

Nining: “Kamu langsunng ketempat simbah ya?”

Andi : “Ada apa mbak? Simbah kenapa?”

nining: “Simbah ingin ketemu kamu.”

Andi : “Memangnya Kenapa?” pertanyaan yanng polos.

Sesampainya dirumah simbah, Andi kaget.

Sudah banyak orang berkumpul dan membaca surat Yasin.

Saat mbak nining dan Andi datang semua orang melihat dan menyusuh andi untuk langsung kekamar simbah.

Nining: “di, kamu langsung ke kamar simbah aja ya”

Sesudah Andi dikamar simbah, orang-orang yang membaca Yasin tiba-tiba berhenti dan menatap Andi.

Pak A : “Di, kamu ditunggu simbah?”

Simbah: “Di, kesini, peluk simbah”

Andi : “Ya mbah, andi sudah datang”

Andi : “Ada apa mbah, koq ramai sekali, simbah sakit ya?”

Simbah: “Simbah tidak sakit, Simbah pengen meluk Andi saja”

Andi : “Ya mbah”

Di cium dan dipeluknya Andi dengan erat . Simbah sambil memeluk Andi membisikan kata-kata. Semakin lama pelukan simbah semakin lemas. tiba-tiba Pak A dan mbak nining menarik Andi, Andi dibawa keluar kamar.

Saat Andi keluar kamar, terdengar lagi bacaan Surat Yasin. Andi melihat orang-orang menangis tiba-tiba. Tampak ibu andi menangis disamping simbah.

Andi masih belum tahu apa yang terjadi.

Andi : “mbak, simbah kenapa?”

dengan terbata-bata mbak nining berkata

Nining: “Simbah meninggal di…”

Andi berusaha lari kedalam tapi dicegah.

Nining: “Sudah di, Ikhlasin ya kepergian simbah”

Andi : “Simbah ga mungkin meninggal, Tadi masih meluk Andi”

Nining: “Mbak tahu,Andi ditungguin simbah dari tadi”

Andi : “Simbah sakit ya…. Kenapa tidak cerita sama andi”

Andi menangis tersedu-sedu kehilangan simbah sekaligus orang yang menyanyangi dirinya.
—————————————————–

<b>Seorang anak kecil yang coba menjalani kejamanya kehidupan</b>


TAGS anak kecil nenek siksa cerita Cerita Fiksi


-

Author

Follow Me


Archive